|
Peran Pemerintah Dalam Pendidikan Berbasis Masyarakat (PBM III) |
|
|
|
|
Ditulis oleh Ardiani Mustikasari, S.Si, M.Pd
|
|
Minggu, 25 Januari 2009 01:21 |
a. Bagaimana peran pemerintah dalam menggalakkan Pendidikan Berbasis Masyarakat?Beberapa peran yang diharapkan dapat dimainkan oleh aparat pemerintah dalam menata dan memantapkan pelaksanaan pendidikan berbasis masyarakat menurut Sihombing, U. 2001 adalah: peran sebagai pelayan masyarakat, peran sebagai fasilitator, peran sebagai pendamping, peran sebagai mitra dan peran sebagai penyandang dana. Sebagai Pelayan Masyarakat, dalam mengembangkan pendidikan berbasis masyarakat seharusnya pemerintah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Melayani masyarakat, merupakan pilar utama dalam memberdayakan dan membantu masyarakat dalam menemukan kekuatan dirinya untuk bisa berkembang secara optimal. Pemerintah dengan semua aparat dan jajarannya perlu menampilkan diri sebagai pelayan yang cepat tanggap, sepat memberikan perhatian, tidak berbelit-belit, dan bukan minta dilayani. Masyarakat harus diposisikan sebagai fokus pelayanan utama.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Konsep Pendidikan Berbasis Masyarakat (PBM II) |
|
|
|
|
Ditulis oleh Ardiani Mustikasari, S.Si, M.Pd
|
|
Minggu, 25 Januari 2009 01:17 |
|
Konsep PBM adalah: dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat (Sihombing, U., 2001). Dari konsep di atas dapat dinyatakan bahwa PBM adalah pendidikan yang dikelola oleh masyarakat dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di masyarakat dan menekankan pentingnya partisipasi masyarakat pada setiap kegiatan belajar serta bertujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Konsep dan praktek PBM tersebut adalah untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, terampil, mandiri dan memiliki daya saing dengan melakukan program belajar yang sesuai kebutuhan masyarakat.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Kendala dalam mengimplementasikan Pendidikan Berbasis Masyarakat (PBM I) |
|
|
|
|
Ditulis oleh Ardiani Mustikasari, S.Si, M.Pd
|
|
Minggu, 25 Januari 2009 00:00 |
|
Kendala dalam mengimplementasikan Pendidikan Berbasis Masyarakat menurut Sagala, S., 2004 adalah: - Sistem perencanaan, pengangguran dan pertanggungjawaban keuangan yang dianut pemerintah masih dari atas ke bawah (top down).
- Kurangnya kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan atau kekuatan energi masyarakat.
- Sikap Birokrat yang belum mampu membiasakan diri bertindak sebagai pelayan.
- Karakteristik kebutuhan belajar masyarakat yang sangat beragam, sedangkan sistem perencanaan yang dianut masih turun dari atas dan bersifat standar.
- Sikap masyarakat dan juga pola pikir masyarakat dalam memenuhi kebutuhan masih tertuju pada hal-halyang bersifat kebutuhan badani / kebendaan.
- Budaya menunggu pada sebagian besar masyarakat kita.
- Tokoh panutan, yaitu tokoh-tokoh masyarakat yang seyogyanya berperan sebagai panutan sering berperilaku seperti birokrat.
- Lembaga sosial masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pendidikan masih kurang.
- Keterbatasan anggaran, sarana prasarana belajar, dan tenaga kependidikan.
- Egoisme sektoral, yaitu masih ada keraguan di antara prosedur yang berbeda tentang kedudukan masyarakat dalam institusi pendidikan berkaitan dengan pendidikan berbasis masyarakat yang masih menonjolkan karakteristiknya masing-masing.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Sepercik Harapan Seorang Guru Kepada Siswa-Siswinya |
|
|
|
|
Ditulis oleh Ardiani Mustikasari, S.Si, M.Pd
|
|
Sabtu, 24 Januari 2009 13:12 |
|
Oleh: Ardiani Mustikasari, S.Si, M.Pd
Aku terus mendengarkan, aku terus bertutur, aku terus mengamati, aku terus belajar dari apa pun dan siapa pun yang datang dan menghampiriku, setiap yang datang mengajariku sesuatu, mewarnai hatiku dan membuatku terpesona dengan keunikan mereka (Ronnie, D., 2005).
Guru merupakan komponen paling penting di sekolah. Namun ketika mutu pendidikan di negara kita masih belum menggembirakan, benarkah apabila sorotan banyak kalangan hanya pada keberadaan guru? |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 15 Maret 2008 04:20 |
|
Pada 12 Maret 2008 ini Pemerintah Malaysia baru saja mengumumkan hasil ujian nasional untuk tingkat menengah atau Peperiksaan Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) tahun 2007 yang dilaksanakan mulai November 2007 sampai dengan Desember 2007. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |