|
Forum Pembelajaran Cluster III Putaran 2 |
|
Ditulis oleh Chimot
|
|
Rabu, 10 Maret 2010 08:51 |
|
Pontianak, lpmp-kalbar.net – Hotel Grand Kartika Pontianak menjadi tempat yang representatif untuk melaksanakan kegiatan Forum Pembelajaran Cluster III Putaran 2. Cluster III terdiri dari LPMP Provinsi Kalimantan Barat selaku tuan rumah, LPMP Provinsi Kalimantan Timur, LPMP Provinsi Kalimantan Tengah, LPMP Provinsi Kalimantan Selatan, LPMP Provinsi DIY dan LPMP Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 – 25 Februari 2010. Kegiatan ini dirancang untuk saling belajar mengenai implementasi Internal Capacity Building dan Eksternal Capacity Building yang telah dilakukan oleh masing-masing lembaga.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kerja Tahun 2010 |
|
Ditulis oleh Chimot
|
|
Rabu, 10 Maret 2010 08:48 |
|
Pontianak, lpmp-kalbar.net – Bertempat di Hotel Kapuas Palace, LPMP Prov. Kalbar menyelenggarakan rapat koordinasi dan sinkronisasi program kerja tahun 2010. Kegiatan yang diagendakan selama 3 hari ini dibuka oleh Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Baedhowi.
Undangan yang hadir terdiri dari berbagai instansi seperti Dinas Pendidikan Prov. Kalbar, Seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, Bappeda, DPRD Komisi Pendidikan dan beberapa stakeholder terkait.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Internal Capacity Building |
|
Ditulis oleh Chimot
|
|
Selasa, 02 Maret 2010 16:55 |
|
Pontianak, lpmp-kalbar.net – Sebagai lembaga yang mulai dikenal masyarakat pendidikan, LPMP menyadari pentingnya jaringan, kemitraan dan kualitas layanan. Berdasar inilah LPMP Prov. Kalbar pada tanggal 23 – 24 Januari dan 13 – 14 Februari 2010 mengadakan internal capacity building bagi para stafnya.

Kegiatan yang diselenggarakan ini dilaksanakan di hotel Kapuas Palace Pontianak. Sejumlah peserta mulai dari pejabat, widyaiswara dan staf antusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini adalah usaha awal merancang, mengembangkan dan bilamana mungkin ”mengemas/ menjual” produk kepada stakeholder yang relevan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Kendala dalam mengimplementasikan Pendidikan Berbasis Masyarakat (PBM I) |
|
Ditulis oleh Ardiani Mustikasari, S.Si, M.Pd
|
|
Minggu, 25 Januari 2009 00:00 |
|
Kendala dalam mengimplementasikan Pendidikan Berbasis Masyarakat menurut Sagala, S., 2004 adalah: - Sistem perencanaan, pengangguran dan pertanggungjawaban keuangan yang dianut pemerintah masih dari atas ke bawah (top down).
- Kurangnya kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan atau kekuatan energi masyarakat.
- Sikap Birokrat yang belum mampu membiasakan diri bertindak sebagai pelayan.
- Karakteristik kebutuhan belajar masyarakat yang sangat beragam, sedangkan sistem perencanaan yang dianut masih turun dari atas dan bersifat standar.
- Sikap masyarakat dan juga pola pikir masyarakat dalam memenuhi kebutuhan masih tertuju pada hal-halyang bersifat kebutuhan badani / kebendaan.
- Budaya menunggu pada sebagian besar masyarakat kita.
- Tokoh panutan, yaitu tokoh-tokoh masyarakat yang seyogyanya berperan sebagai panutan sering berperilaku seperti birokrat.
- Lembaga sosial masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pendidikan masih kurang.
- Keterbatasan anggaran, sarana prasarana belajar, dan tenaga kependidikan.
- Egoisme sektoral, yaitu masih ada keraguan di antara prosedur yang berbeda tentang kedudukan masyarakat dalam institusi pendidikan berkaitan dengan pendidikan berbasis masyarakat yang masih menonjolkan karakteristiknya masing-masing.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Konsep Pendidikan Berbasis Masyarakat (PBM II) |
|
Ditulis oleh Ardiani Mustikasari, S.Si, M.Pd
|
|
Minggu, 25 Januari 2009 01:17 |
|
Konsep PBM adalah: dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat (Sihombing, U., 2001). Dari konsep di atas dapat dinyatakan bahwa PBM adalah pendidikan yang dikelola oleh masyarakat dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di masyarakat dan menekankan pentingnya partisipasi masyarakat pada setiap kegiatan belajar serta bertujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Konsep dan praktek PBM tersebut adalah untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, terampil, mandiri dan memiliki daya saing dengan melakukan program belajar yang sesuai kebutuhan masyarakat.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |